Give me all, give me all, give me all your attention baby I got to tell you a little something about yourself You're wonderful, flawless, ooh you're a sexy lady But you walk around here like you wanna be someone else I know that you don't know it, but you're fine, so fine Oh girl I'm gonna show you when you're mine, oh mine Treasure, that is what you are Honey you're my golden star You know you can make my wish come true If you let me treasure you If you let me treasure you Pretty girl, pretty girl, pretty girl you should be smiling A girl like you should never live so blue You're everything I see in my dreams I wouldn't say that to you if it wasn't true I know that you don't know it, but you're fine, so fine Oh girl I'm gonna show you when you're mine, oh mine Treasure, that is what you areHoney you're my golden star You know you can make my wish come true If you let me treasure youIf you let me treasure you You are my treasure, you are my treasure You are my treasure, yeah, you you you, you are You are my treasure, you are my treasure You are my treasure, yeah, you you you, you are Treasure, that is what you areHoney you're my golden star You know you can make my wish come true If you let me treasure youIf you let me treasure you

Posted in | 0 Comments

The day we meet frozen i held my breath Right from the start I knew that i found a home from my herat beats fast colours and promises How to be brave How can I Love whean i'm afraid to fall But watching you stand alone All of my doubt, sudenlly goes away somehow One step closer I have died evryday waiting for you Darling don't be afraid I have loved you for a thousand years Love you for a thousand more Time stand still beauty and all she is I will be brave, I will not let anything Take away what standing in front of me Every breath, every hour has come to this one step closer I have died evryday waiting for you Darling don't be afraid I have loved you for a thousand years Love you for a thousand more and along i belive i would find you time has brought your heart to me I have love you for a thousang years love you for a thousand more

MAKALAH HEMATOLOGI PENGUKURAN KADAR Hb MENGGUNAKAN METODE SEMI OTOMATIS Oleh : Kelompok 5 1. Anis Wijayanti A.101.16.006 2. Mega Rukmana A.101.16.018 3. Widya Eka Wati A.101.16.029 AKADEMI ANALIS KESEHATAN NASIONAL SURAKARTA KATA PENGANTAR Puji syukur penulispanjatkan atas kehadirat Tuhan yang Maha Esa karena atas rahmat-Nya sehingga pada kesempatan ini penulis dapat menyelesaikan penulisan makalah Hematologi dengan tema Pengukuran Kadar Hb Menggunakan Metode Semi Otomatis. Makalah ini disusun dengan tujuan sebagai tugas terstruktur mata kuliah Hematolgi bagi kami, kelompok 5. Terimakasih banyak kepada orang tua kami yang telah memfasilitasi dan memenjatkan doa-doanya demi kami. Terimakasih kami haturkan kepada para dosen yang telah membantu dan membimbing kami selama mata kuliah berlangsung serta membimbing kami dalam penyelesaian makalah ini. Terimakasih pula kepada seluruh mahasiswa Reguler 1A yang telah memberikan semangat dan solusi selama pembuatan makalah ini berlangsung. Dalam makalah ini tentu saja masih terdapat berbagai macam kekurangan baik dari segi penulisan, materi maupun referensi. Oleh karena itu penulis menerima seluruh kritik positif demi pencapaian yang lebih baik. Demikianlah makalah ini kami susun, semoga memberikan manfaat bagi mahasiswa, dosen, dan siapa saja yang membaca makalah ini. Surakarta, 10 Februari 2013 Penulis DAFTAR ISI Halaman Judul 1 Kata Pengantar 2 Daftar Isi 3 Bab I : Pendahulan 4 1.1 Latar belakang 4 1.2 Rumusan Masalah 4 1.3 Tujuan Penulisan 4 1.4 Manfaat Penulisan 4 Bab II : Isi 5 2.1 Pengertian Kadar Hb 5 2.2 Metode Manual 6 2.3 Metode Semi Otomatis 7 Bab III : Penutup 9 3.1 Kesimpulan 9 Daftar Pustaka 10 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam pegukuran Hb darah ada beberapa metode yang digunakan untuk menentukan kadr Hb seseorang. Metode tersebut adalah metode manual,metode semi otomatis, dan metode otomatis. Dalam setiap metode memiliki tingkat akurasi yang beebeda-beda keakurasiannya. 1.2 Rumusan Masalah 1. Apa yang dimaksud dengan kadar Hb? 2. Apa saja metode yang digunakan dalam penentuan kadar HB sesorang? 3. Apa yang di maksud dengan penetapa kadar Hb metode semi-otomatis? 1.3 Tujuan Penulisan 1. Sebagai tugas terstruktur mata kuliah Hematologi semester II 2. Memberikan informasi tetang kadar Hb baik dari segi metode, kadar, dan tingkat keakurasiannya. 1.4 Manfaat Penulisan 1. Mengetahui kadar nilai Hb yang normal. 2. Mengetahui factor-faktor yang mempengaruhi kadar Hb. 3. Mengetahui metode-metode yang digunakan dalam penentuan kadar Hb. BAB II ISI 2.1 Pengertian kadar Hb Hemoglobin merupakan protein yang terdapat dalam sel darah merah atau eritrosit, yang memberiwarna merah pada darah. Hemoglobin terdiri atas zat besi yang merupakan pembawa oksigen. Adanya hemoglobin dalam darah ini menyebabkan eritrosit berwarna merah, karena hemoglobin merupakan penyusun 30% dari total isi eritrosit (Mutschler, 1991). Hemoglobin terdiri dari 4 molekul zat besi ( heme),2 molekul rantai globin alpha dan 2 molekul globin beta. Hemoglobin memiliki berat jenis 16.000 Dalton, sehingga berat molekul Hemoglobin adalah 64.450 Dalton dan merupakan satu molekul yang dibetuk oleh 4 rantai polipeptida, simana tiap polipeptida melekat pada gugus Heme. Heme adalah turunan suatu porifin yang megandung besi (Fe). Polipeptida ini dinamai decara bersama sebagai bagian dari globin dari molekul hemoglobin. Fungsi dari Hemoglobin : 1. Mengangkut O2 dari paru-paru dan mengangkut CO2 dari jaringan menuju paru-paru. 2. Memberi warna merah pada darah. 3. Menjaga keseimbangan asam dan basa. Kadar Hemoglobin dapat diterapkan dengan berbagai cara antara lain metode Sahli, oksihemoglobin, dan Cyanmethhemoglobin. Metode Sahli tidak dianjurkan karena memiliki kesalahan yang besar, alatnya tidak dapatdistandardisasi, dan tidak semua jenis hemoglobin dapat diukur, seperti sulfhemoglobin,methemoglobin dan karboksihemoglobin. Dua metode yang lain (oksihemoglobin dansianmethemoglobin) dapat diterima dalam hemoglobinometri klinik. Namun, dari dua metode tersebut,metode sianmethemoglobin adalah metode yang dianjurkan oleh International Commitee forStandardization in Hematology (ICSH) sebab selain mudah dilakukan juga mempunyai standar yangstabil dan hampir semua hemoglobin dapat terukur, kecuali sulfhemoglobin. Nilai hormal Hemoglobin ; 1. Laki-laki : 14-18 gr/100 ml 2. Perempuan : 12-16 gr/100 ml 3. Anak-anak : 12-14 gr/100 ml 4. Bayi baru lahir :17-23 gr/100 ml 2.2 Metode Manual Penetapan Hb metode Sahli didasarkan atas pembentukan hematin asam setelah darah ditambahdengan larutan HCl 0.1N kemudian diencerkan dengan aquadest. Pengukuran secara visual denganmencocokkan warna larutan sampel dengan warna batang gelas standar. Metode ini memiliki kesalahansebesar 10-15%, sehingga tidak dapat untuk menghitung indeks eritrosit. Metode Sahli tidak dianjurkan karena memiliki kesalahan yang besar, alatnya tidak dapatdistandardisasi, dan tidak semua jenis hemoglobin dapat diukur, seperti sulfhemoglobin,methemoglobin dan karboksihemoglobin. A. Alat dan Bahan 1. Haemometer, terdiri dari : a. Batang standar warna b. Pipet Hb c. Tabung pengencer haemometer d. Batang pengaduk dari gelas 2. Lancet 3. Aspirator 4. Kapas 5. Pipet tetes 6. Stopwatch 7. Sampel darah kapiler 8. HCl 0,1 N 9. Aquadest 10. Alkohol 70% B. Cara kerja 1. Mengisi tabung pengencer / pengukur hemometer dengan 0,1 N HCl sampai menunjukkan skala 2. 2. Desinfeksi jari yang akan ditusuk dengan Alkohol 70%, tusuk dengan lacet dan hapus darah pertama. 3. Menghisap darah dengan pipet Hb sampai angkanya menunjukkan 20cmm, menghapus darah yang melekat pada ujung pipet. 4. Nyalakan stopwatch saat memasukkan darah kedalam tabung pengencer yang berisi HCl 0,1 N, hati-hati jangan sampai terjadi gelembung udara. 5. Menghisap HCl dalam tabung kedalam pipet dan dikeluarkan lagi, ulangi sampai 3 kali. 6. Mengencerkan dengan menambahkan akuades setetes demi setetes sambil diaduk dengan batang pengaduk, sampai warnanya sesuai dengan warna standart. 7. Membaca kadar Hb darah. 2.3 Metode Semi Otomatis Metode Semi automatis (analyzer hematologi arcus). Prinsip Analyzer Hematologi Arcus menggunakan metode resistensi elektronik atau impedansi untuk menghitung dan mengukur sel darah. Sebelum pemeriksaan sample didilusi dengan larutan yang memiliki konduktifitas dan osmositas tertentu, kemudian sel darah dialirkan melalui celah dengan ukuran tertentu yang disebut dengan Orifice. Pada saat yang sama, suatu aliran listrik dialirkan melalui elektroda yang dipasang pada luar dan sisi dalam orifice, sel darah merupakan penghantar listrik yang buruk,sehingga tiap sel darah yang masuk melalui orifice akan menimbulkan gangguan pada arus listrik. Gangguan tersebut menimbulkan suatu pulsa, dimana besarnya pulsa tersebut akan berbanding lurus dengan ukuran sel darah yang melewatinya. Dengan demikian harus dapat mengenali jenis-jenis sel darah menurut ukurannya serta menghitung jumlahnya Untuk pengukuran Hb ditambahkan reagens iyse, maka RBC akan melepaskan hemoglobin, selanjutnya hemoglobin akan diukur dengan metode Cyanmethemoglobin. A. Alat dan bahan : 1. Analyzer Hematology Arcus 2. Botol penampung darah (berisi dengan EDTA 20µl) 3. Darah Vena B. Persiapan Bahan : Masukkan darah vena sebanyak 2cc dalam botol penampung darah yang berisi EDTA 20µl lalu campurkan, putar pada rotator C. Cara Kerja 1. Nyalakan alat UPS 2. Nyalakan Printer 3. Nyalakan Arcus 4. Biarkan alat inisialisasi sekitar 10 – 15 menit 5. Lakukan pengukuran blank (menu utama No.1 “pengkuran” lalu pilih No. 2 “pengukuran blank”) 6. Lakukan pengukuran QC (setelah QC ok bru dilakukan pengukuran pasien) 7. Pastikan pengukuran blank sudah dalam range yang diperbolehkan 8. Pilih dari menu utama No. 1 “pengukuran” 9. Pilih limit range normal (laki-laki, perempuan, bayi dan anak) 10. Isi biodata pasien (nama, identitas, nama dokter) tekan tanda # 999 11. Masukkan sample kedalam jarum pada alat lalu tekan tombol biru 12. Tunggu sampai keluar hasil lalu print D. Nilai Normal 1. WBC : 5000 – 10.000/mm3 2. RBC : 4.5 – 5,5 juta/mm3 3. PLT : 150.000 – 400.000/mm3 4. HGB : 13 – 17 gr% BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan Hemoglobin merupakan protein yang terdapat dalam sel darah merah atau eritrosit, yang memberiwarna merah pada darah. Hemoglobin terdiri atas zat besi yang merupakan pembawa oksigen Faktor – faktor yang mempengaruhi jumlah hemoglobin, yaitu: 1. Usia. 2. Nutrisi. 3. Suhu. 4. Jeniskelamin. 5. lingkungan tempat tinggal. 6. Genetik. Penetapan Hb metode Sahli didasarkan atas pembentukan hematin asam setelah darah ditambahdengan larutan HCl 0.1N kemudian diencerkan dengan aquadest. Pengukuran secara visual denganmencocokkan warna larutan sampel dengan warna batang gelas standar. Metode ini memiliki kesalahansebesar 10-15%, sehingga tidak dapat untuk menghitung indeks eritrosit. Metode Semi automatis (analyzer hematologi arcus) memiliki prinsip menggunakan metode resistensi elektronik atau impedansi untuk menghitung dan mengukur sel darah Nilai Normal 1. WBC : 5000 – 10.000/mm3 2. RBC : 4.5 – 5,5 juta/mm3 3. PLT : 150.000 – 400.000/mm3 4. HGB : 13 – 17 gr% Daftar Pustaka http://wildablog.blogspot.com/2011/11/pengukuran-kadar-hemoglobin.html http://www.scribd.com/doc/46845030/Praktikum-Kadar-Hemoglobin http://www.scribd.com/doc/93977050/Penetapan-Kadar-Hemoglobin www.labsaya.com/2012/11/pemeriksaan-darah-lengkap-rutin-cara.htm

Sistem Hermodinamik Hermodiamik yang secara harfiah berarti "gerakan darah" adalah studi tentang aliran darah atau sirkulasi darah jadi Hermodinamik adalah sirkulasi atau aliran darah di dalam tubuh makhluk hidup. Sistem peredaran darah adalah serangkaian sistem tersambung, yang membawa darah meliputi jantung, arteri, dan vena. Fungsi sistem peredaran darah untuk mengangkut darah yang membawa O2, nutrisi dan bahan kimia ke sel-sel, menjaga suhu tubuh, mengembalikan sisa metabolisme ke ginjal untuk disekresika, mendistribusikan hormon-hormon untuk mengatur fungsi sel-sel tubuh. The "pemukulan" dari jantung berdenyut menghasilkan aliran darah yang dilakukan ke dalam arteri, melintasi sirkulasi-mikro dan akhirnya,kembali melalui sistem vena ke jantung. The aorta, arteri utama, meninggalkan jantung kiridan hasil untuk membagi ke dalam dan lebih kecil arteri yang lebih kecil sampai mereka menjadiarteriol, danakhirnya kapiler , di mana terjadi transfer oksigen. Kapiler terhubung ke venula, di mana darah terdeoksigenasi lolos dari sel kembali ke darah, dan darah kemudian perjalanan kembali melalui jaringan pembuluh ke jantung kanan. Sirkulasi-mikro-arteriola, kapiler, dan venula-merupakan sebagian besar wilayah sistem vaskular dan merupakan tempat pengalihan O2, glukosa , dan substrat enzimke dalam sel. Sistem vena mengembalikan darah beroksigen-de ke jantung kanan manadi pompa ke dalamparu-paru menjadi oksigen dan CO 2 dan limbah gas lainnya ditukar dan dikeluarkansaat bernafas. Darah kemudian kembali ke sisi kiri jantung dimana proses dimulai lagi. Jelas jantung, pembuluh dan paru-paru semuanya aktif terlibat dalam menjaga sel-sel sehat dan organ, dan semua hemodinamik pengaruh Faktor-faktor yang mempengaruhi hemodinamik : 1. Sirkulasi volume cairan 2. Respirasi 3. Diameter pembuluh darah dan resistensi 4. Viskositas darah 5. Olahraga 6. Penyakit 7. Obat-obatan atau alcohol 8. Obesitas Hemodinamik adalah gangguan pada tubuh baik pada alirandarah maupun keseimbangan cairan tubuh/elektrolit yang menimbulkan: 1. Edema Penimbunan abnormal cairan dalam ruang jaringan intersel atau ruangan tubuh.Disebabkan : a. Tekanan hidrostatik vaskuler meningkat b. Tekanan osmotik koloid plasma menurun c. Gangguan aliran limfe 2. Hiperemia dan kongesti 3. Perdarahan Adalah peristiwa pecah / robeknya pembuluh darah sehingga darah keluar dari pembuluh darah. Penyebab : a. Trauma b. Arterioskloresis c. Peradangan d. Kecenderungan Perdarahan (Diatesis Hemoragik) 4. hemostasis dan thrombosis 5. emboli 6. infark 7. dehidrasi 8. syok

Aplikasi Sterilisasi dalam kehidupan sehari-hari : 1. A. Mecuci baju B. Proses ; Chemis (desinfeksi) C. Karena mengandung suatu bahan kimia yang dapat membunuh sel-sel vegetatif dan jasad renik, biasanya digunakan pada obyek yang tidak hidup 2. A. Mencuci Piring B. Proses ; Chemis (desinfeksi) C. Karena mengandung suatu bahan kimia yang dapat membunuh sel-sel vegetatif dan jasad renik, biasanya digunakan pada obyek yang tidak hidup 3. A. Mengepel lantai B. Proses ; Chemis (desinfeksi) C.Karena mengandung suatu bahan kimia yang dapat membunuh sel-sel vegetatif dan jasad renik, biasanya digunakan pada obyek yang tidak hidup 4. A. Membersihkan toilet B. Proses ; Chemis (desinfeksi) C. Karena mengandung suatu bahan kimia yang dapat membunuh sel-sel vegetatif dan jasad renik, biasanya digunakan pada obyek yang tidak hidup 5. A. Merebus botol susu bayi B. Proses ;Phisis (Basah secara langsung) C. Dengan merebus botol susu didalam air dalam suhu yang tinggi di harapkan dapat membunuh spora-spora maupun sel-sel vegetative yang tumbuh di dalam botol susu 6. A. Mencuci tangan dengan Handsanitaizer B. Proses : Antisepsis C. Karena didalam handsanitaizer mengandung bahan yang dapat melawan, membunuh / mencegah pertumbuha jasad renik pada jaringan hidup 7. A. Mengobati luka degan Povidine Iodine B. Proses : Antisepsis C. Karena didalam handsanitaizer mengandung bahan yang dapat melawan, membunuh / mencegah pertumbuha jasad renik pada jaringan hidup 8. A. Mandi B. Proses ;Antisepsis C. Karena didalam sabun terdapat Triclosan yaitu antiseptik yang ditemui dalam sabun. Mekanisme kerja triclosan adalah dengan menghambat biosintesis lipid sehingga membran mikroba kehilangan kekuatan dan fungsinya. 9. A. Penggunaan Deodoran B. Proses : Antisepsis C. Karena mengandung zat yang dapat mencegah pertumbuha jasad renik sehingga kekuatannya menurun 10. A. Obat Kumur B. Proses : Antisepsis C. karena didalam obat kumur terkandung zat yang mempunyai daya antimikroba dengan spektrum luas (dapat melawan berbagai macam bakteri) dan berfungsi untuk melawan da menekan pertumbuhan bakteri di dalam mulut.

Unsur-Unsur Dalam Pemeriksaan Mikrospkopis Urine Pemeriksaan mikroskopik diperlukan untuk mengamati sel dan benda berbentuk partikel lainnya.Banyak macam unsur mikroskopik dapat ditemukan baik yang ada kaitannya dengan infeksi (bakteri,virus) maupun yang bukan karena infeksi misalnya perdarahan, disfungsi endotel dan gagal ginjal. Lazimnya unsure-unsur organic sibagi menjadi atas dua golongan yaitu ; unsure organic dan unsure anorganik. 1. Eritrosit Secara teoritis, harusnya tidak dapat ditemukan adanya eritrosit, namun dalam urinenormal dapat ditemukan 0–3 sel/LPK. Hematuria adalah adanya peningkatan jumlah eritrosit dalamurin karena: kerusakan glomerular, tumor yang mengikis saluran kemih, trauma ginjal, batu salurankemih, infeksi, inflamasi, infark ginjal, nekrosis tubular akut, infeksi saluran kemih atas dan bawah,nefrotoksin, dll.Hematuria dibedakan menjadi hematuria makroskopik (gross hematuria) dan hematuria mikroskopik.Darah yang dapat terlihat jelas secara visual menunjukkan perdarahan berasal dari saluran kemih bagianbawah, sedangkan hematuria mikroskopik lebih bermakna untuk kerusakan glomerulus.Dinyatakan hematuria mikroskopik jika dalam urin ditemukan lebih dari 5 eritrosit/LPK. Hematuria mikroskopik sering dijumpai pada nefropati diabetik, hipertensi, dan ginjal polikistik. Hematuriamikroskopik dapat terjadi persisten, berulang atau sementara dan berasal dari sepanjang ginjal-salurankemih. Hematuria persisten banyak dijumpai pada perdarahan glomerulus ginjal.Eritrosit dapat terlihat berbentuk normal, membengkak, krenasi, mengecil, shadow atau ghost cellsdengan mikroskop cahaya. Spesimen segar dengan berat jenis 1,010-1,020, eritrosit berbentuk cakramnormal. Eritrosit tampak bengkak dan hampir tidak berwarna pada urin yang encer, tampak mengkerut(crenated ) pada urine yang pekat, dan tampak mengecil sekali dalam urine yang alkali. Selain itu kadang-kadang eritrosit tampak seperti ragi. Eritrosit dismorfik tampak pada ukuran yang heterogen, hipokromik,terdistorsi dan sering tampak gumpalan-gumpalan kecil tidak beraturan tersebar di membran sel.Eritrosit dismorfik memiliki bentuk aneh akibat terdistorsi saat melalui struktur glomerulus yangabnormal. Adanya eritrosit dismorfik dalam urin menunjukkan penyakit glomerular sepertiglomerulonefritis 2. Leukosit Lekosit berbentuk bulat, berinti, granuler, berukuran kira-kira 1,5 – 2kali eritrosit. Peningkatan jumlah lekosit dalamurine (leukosituria atau piuria) umumnya menunjukkan adanya infeksi saluran kemih baik bagian atasatau bawah, sistitis, pielonefritis, atau glomerulonefritis akut. Leukosituria juga dapat dijumpai padafebris, dehidrasi, stress, leukemia tanpa adanya infeksi atau inflamasi, karena kecepatan ekskresileukosit meningkat yang mungkin disebabkan karena adanya perubahan permeabilitas membranglomerulus atau perubahan motilitas leukosit. 3. Sel Epitel Sel Epitel berbentuk bulat atau oval lebih besar dari leukosit, mengandung inti bulat atau oval besar, bergranula dan biasanyaterbawa ke urin dalam jumlah kecil. Namun, pada sindrom nefrotik dan dalam kondisi yangmengarah ke degenerasi saluran kemih, jumlahnya bisa meningkat. Jumlah sel tubulus ≥ 13 /LPK atau penemuan fragmen sel tubulus dapat menunjukkan adanya penyakit ginjal yang aktif atau luka pada tubulus, seperti pada nefritis, nekrosis tubuler akut, infeksi virus pada ginjal,penolakan transplnatasi ginjal, keracunan salisilat 4. Oval fat bodies Oval fat bodies dapat dijumpai pada sindrom nefrotik, diabetes mellitus lanjut, kerusakan sel epitel tubulus yang berat karena keracunan etilen glikol, air raksa. Selain sel epitel tubulus, oval fat bodies juga dapat berupa makrofag atau hisiosit. 5. Epitel Squamosa Epitel skuamosa umumnya dalam jumlah yanglebih rendah dan berasal dari permukaan kulit atau dari luar uretra. Signifikansi utama merekaadalah sebagai indikator kontaminasi. 6. Silinder Silinder (cast ) adalah massa protein berbentuk silindris yang terbentuk di tubulus ginjal dandibilas masuk ke dalam urine. Silinder terbentuk hanya dalam tubulus distal yang rumit atausaluran pengumpul (nefron distal). Tubulus proksimal dan lengkung Henle bukan lokasi untukpembentukan silinder. Silinder dibagi-bagi berdasarkan gambaran morfologik dan komposisinya.Faktor-faktor yang mendukung pembentukan silinder adalah a) Laju aliran yang rendah,konsentrasi garam tinggi, b) Volume urine yang rendah, c) Dan ph rendah (asam) yang menyebabkandenaturasi dan precipitasi protein, terutama mukoprotein Tamm-Horsfall . Mukoprotein Tamm-Horsfall adalah matriks protein yang lengket yang terdiri dari glikoprotein yang dihasilkan olehsel epitel ginjal. Semua benda berupa partikel atau sel yang terdapat dalam tubulus yangabnormal mudah melekat pada matriks protein yang lengket.Konstituen selular yang umumnya melekat pada silinder adalah eritrosit, leukosit, dan sel epiteltubulus, baik dalam keadaan utuh atau dalam berbagai tahapan disintegrasi. a. Silinder Hialin Silinder hialin atau silinder protein terutama terdiri dari mucoprotein(protein Tamm-Horsfall) yang dikeluarkan oleh sel-sel tubulus. Silinder ini homogen (tanpa struktur),tekstur halus, jernih, sisi-sisinya parallel, dan ujung-ujungnya membulat. Sekresi protein Tamm-Horsfall membentuk sebuah silinder hialin di saluran pengumpul.Silinder hialin tidak selalu menunjukkan penyakit klinis. Silinder hialin dapat dilihat bahkan pada pasienyang sehat. Sedimen urin normal mungkin berisi 0 –1 silinder hialin per LPL. Jumlah yang lebih besardapat dikaitkan dengan proteinuria ginjal (misalnya, penyakit glomerular) atau ekstra-ginjal (misalnya,overflow proteinuria seperti dalam myeloma).Silinder protein dengan panjang, ekor tipis terbentuk di persimpangan lengkung Henle's dan tubulusdistal yang rumit disebut silindroid (cylindroids). b. Silinder Leukosit Silinder lekosit atau silinder nanah, terjadi ketika leukosit masuk dalam matriksSilinder. Kehadiran mereka menunjukkan peradangan pada ginjal, karena silinder tersebut tidak akanterbentuk kecuali dalam ginjal. Silinder lekosit paling khas untuk pielonefritis akut, tetapi juga dapatditemukan pada penyakit glomerulus (glomerulonefritis). Glitter sel (fagositik neutrofil) biasanya akanmenyertai silinder lekosit. Penemuan silinder leukosit yang bercampur dengan bakteri mempunyai artipenting untuk pielonefritis, mengingat pielonefritis dapat berjalan tanpa keluhan meskipun telahmerusak jaringan ginjal secara progresif c. Silinder Eritrosit Silinder eritrosit bersifat granuler dan mengandung hemoglobin darikerusakan eritrosit. Adanya silinder eritrosit disertai hematuria mikroskopik memperkuat diagnosisuntuk kelainan glomerulus. Cedera glomerulus yang parah dengan kebocoran eritrosit atau kerusakantubular yang parah menyebabkan sel-sel eritrosit melekat pada matriks protein (mukoprotein Tamm-Horsfall) dan membentuk silinder eritrosit. d. Silinder Granular Silinder granular adalah silinder selular yang mengalami degenerasi.Disintegrasi sel selama transit melalui sistem saluran kemih menghasilkan perubahan membran sel,fragmentasi inti, dan granulasi sitoplasma. Hasil disintegrasi awalnya granular kasar, kemudian menjadibutiran halus. e. Silinder Lilin Silinder lilin adalah silinder tua hasil silinder granular yang mengalamiperubahan degeneratif lebih lanjut. Ketika silinder selular tetap berada di nefron untuk beberapa waktusebelum mereka dikeluarkan ke kandung kemih, sel-sel dapat berubah menjadi silinder granular kasar,kemudian menjadi sebuah silinder granular halus, dan akhirnya, menjadi silinder yang licin seperti lilin(waxy). Silinder lilin umumnya terkait dengan penyakit ginjal berat dan amiloidosis ginjal. Kemunculanmereka menunjukkan keparahan penyakit dan dilasi nefron dan karena itu terlihat pada tahap akhirpenyakit ginjal kronis.Yang disebut telescoped urinary Sediment adalah salah satu di mana eritrosit, leukosit, oval fat bodies,dan segala jenis silinder yang ditemukan kurang lebih sama-sama berlimpah. Kondisi yang dapatmenyebabkan telescoped urinary sediment adalah: 1) lupus nefritis 2) hipertensi ganas 3) diabetesglomerulosclerosis, dan 4) glomerulonefritis progresif cepat.Pada tahap akhir penyakit ginjal dari setiap penyebab, sedimen saluran kemih sering menjadi sangatkurang karena nefron yang masih tersisa menghasilkan urin encer. 7. Bakteri Diagnosis bakteriuria dalam kasus yang dicurigai infeksi saluran kemih memerlukan tes biakan kuman(kultur). Hitung koloni juga dapat dilakukan untuk melihat apakah jumlah bakteri yang hadir signifikan.Umumnya, lebih dari 100.000 / ml dari satu organisme mencerminkan bakteriuria signifikan. Beberapaorganisme mencerminkan kontaminasi. Namun demikian, keberadaan setiap organisme dalam spesimenkateterisasi atau suprapubik harus dianggap signifikan 8. Bakteri Thrichomonas vaginalis Trichomonas vaginalis adalah parasit menular seksual yang dapatberasal dari urogenital laki-laki dan perempuan. Ukuran organisme ini bervariasi antara 1-2 kali diameterleukosit. Organisme ini mudah diidentifikasi dengan cepat dengan melihat adanya flagella dan pergerakannya yang tidak menentu. 9. Ragi Sel-sel ragi bisa merupakan kontaminan atau infeksi jamur sejati.Mereka sering sulit dibedakan dari sel darah merah dan kristal amorf, membedakannya adalah bahwaragi memiliki kecenderungan bertunas. Paling sering adalah Candida, yang dapat menginvasi kandungkemih, uretra, atau vagina. 10. Kristal Kristal yang sering dijumpai adalah kristal calcium oxallate, triple phosphate, asam urat. Dalam jumlah berlebih dan adanya predisposisi antara lain infeksi, memungkinkan timbulnya penyakit kencing batu yaituterbentuknya batu ginjal-saluran kemih (lithiasis ) di sepanjang ginjal hingga saluran kemih, menimbulkan jejas, dan dapat menyebabkan fragmen sel epitel terkelupas. Pembentukan batu dapat disertaikristaluria, dan penemuan kristaluria tidak harus disertai pembentukan batu. a. Kalsium Oksalat Kristal ini umum dijumpai pada spesimen urine bahkan pada pasien yangs sehat. Mereka dapat terjadi pada urin dari setiap pH, terutama pada pH yang asam. Kristal bervariasidalam ukuran dari cukup besar untuk sangat kecil. Kristal ca-oxallate bervariasi dalam ukuran, takberwarna, dan bebentuk amplop atau halter. Kristal dapat muncul dalam specimen urine setelahkonsumsi makanan tertentu (mis. asparagus, kubis, dll) dan keracunan ethylene glycol. Adanya 1-5 ( + )kristal Ca-oxallate per LPL masih dinyatakan normal, tetapi jika dijumpai lebih dari 5 ( ++ atau +++ )sudah dinyatakan abnormal. b. Triple Phosphat Kristal terlihat berbentuk prisma empat persegi panjang seperti tutup peti mati(kadang-kadang juga bentuk daun atau bintang), tak berwarna dan larut dalam asam cuka encer.Meskipun mereka dapat ditemukan dalam setiap pH, pembentukan mereka lebih disukai di pH netral kebasa. Kristal dapat muncul di urin setelah konsumsi makan tertentu (buah-buahan). Infeksi salurankemih dengan bakteri penghasil urease (mis. Proteus vulgaris) dapat mendukung pembentukan kristal(dan urolithiasis) dengan meningkatkan pH urin dan meningkatkan amonia bebas. c. Asam Urat Kristal asam urat tampak berwarna kuning ke coklat, berbentuk belahketupat (kadang-kadang berbentuk jarum atau mawar). Dengan pengecualian langka, penemuan kristalasam urat dalam urin sedikit memberikan nilai klinis, tetapi lebih merupakan zat sampah metabolism normal; jumlahnya tergantung dari a) Jenis makanan, b) Banyaknya makanan c) Kecepatan metabolisme d) Konsentrasi urin. d. Sistin (Cystine) Cystine berbentuk heksagonal dan tipis. Kristal ini muncul dalam urin sebagai akibat dari cacat genetic atau penyakit hati yang parah. Kristal dan batu sistin dapat dijumpai pada cystinuria dan homocystinuria. Terbentuk pada pH asam dan ketika konsentrasinya > 300mg.Sering membingungkan dengan kristal asam urat. Sistin crystalluria atau urolithiasis merupakan indikasicystinuria, yang merupakan kelainan metabolisme bawaan cacat yang melibatkan reabsorpsi tubulusginjal tertentu termasuk asam amino sistin. e. Leusin dan TirosinLeusin dan tirosin Tirosin tampak sebagai jarum yang tersusun sebagaiberkas atau mawar dan kuning. Leusin muncul-muncul berminyak bola dengan radial dan konsentris striations. Kristal leucine dipandang sebagai bola kuning dengan radial konsentris. Kristal ini kadang-kadang dapat keliru dengan sel-sel, dengan pusat nukleus yang menyerupai. Kristal dari asam aminoleusin dan tirosin sangat jarang terlihat di sedimen urin. Kristal ini dapat diamati pada beberapa penyakitketurunan seperti tyrosinosis dan "penyakit Maple Syrup". Lebih sering kita menemukan kristal ini bersamaan pada pasien dengan penyakit hati berat (sering terminal). f. Kristal Kolesterol Kristal kolesterol tampak regular atau irregular , transparan, tampaksebagai pelat tipis empat persegi panjang dengan satu (kadang dua) dari sudut persegi memiliki takik. Kehadiran kristal kolesterol sangat jarang dan biasanya disertai oleh proteinuria Sumber : http://www.scribd.com/doc/102222320/Analisa-Mikroskopis-Pada-Urine